Denim RelatedFeaturedHonest Reviews

Honest Review – TCB 50s Jeans for Darahkubiru x Denimio #TheGreatDenimBattle

Jeans ini membuka pikiran saya bahwa tidak semua jeans dengan harga terjangkau (dibanding mayoritas jeans Jepang lainnya) punya kualitas kurang baik.

Saya pertama kali mengenal Two Cats Brand (TCB) di tahun 2017 saat berselancar di salah satu forum denim. Salah satu membernya memposting jeans yang saya rasa punya karakter sangat unik. Setelah saya mencari tahu, ternyata itu adalah TCB 50s buatan salah satu merek denim yang tidak begitu besar (pada saat itu). Merek ini berasal dari Okayama dan digawangi oleh 1 orang bernama Hajime Inoue yang sangat passionate terhadap jeans lawas.

Pria yang memiliki pabrik jahit ini berambisi menciptakan celana dan jaket yang sama persis seperti saat pakaian tersebut pertama kali muncul. Ia kemudian membeli jeans dan jaket lawas dan “mengoperasi”nya untuk melihat bagaimana mereka dijahit. Ia mencoba mereplikasi jahitan-jahitan tersebut sampai detail terkecil yang mungkin tidak terlihat oleh mata. Ya, memang sedetail itu.

Tidak hanya itu, Ia bersama Shinya Mills berusaha mengembangkan fabric yang sama persis seperti yang digunakan pada jeans dan jaket lawas tersebut. Mulai dari beratnya, karakter benangnya, sampai detail terkecil seperti bagaimana denim tersebut fading Ia coba replikasi. Hasilnya? TCB bertransformasi menjadi merek yang awalnya dipandang sebelah mata menjadi merek yang diperhatikan banyak orang.

Bertahun kemudian, saya berkesempatan mencoba langsung salah satu artikel pertama mereka, TCB 50s Jeans. Sudah bisa ditebak dari namanya, TCB 50s Jeans adalah sebuah jeans yang mereplika jeans buatan Levi’s di tahun 1955. Saat itu, Levi’s untuk pertama kalinya menggunakan button berbahan besi lagi setelah setahun sebelumnya menggunakan zipper karena keterbatasan bahan baku yang disebabkan oleh Perang Dunia II. Potongan jeans ini juga mendapat perubahan dari yang cenderung slim menjadi lebih straight. Maka dari itu, jeans Levi’s tahun 1955 merupakan salah satu jeans yang paling ikonik.

Sejarah kompleks tersebut lah melatarbelakangi Inoue mereplikasi jeans ini. Tanpa banyak basa-basi lagi, mari kita intip spesifikasi jeans ini.

Spesifikasi

  • Custom made 13.5 oz. rope dyed selvedge denim dari Shinya Mills
  • 100% Zimbabwe cotton
  • One wash
  • Regular straight fit
  • 5 metal button fly
  • Pink Selvedge ID
  • Benang jahit 100% cotton
  • Benang jahit menggunakan 4 warna dan 5 ketebalan berbeda
  • Metal hardware (buttons and rivets)
  • Chainstitch di bagian hem, waistband, inseam, dan yoke
  • Handmade paper patch
  • Rayon tag berwarna merah di saku belakang

Overview

TCB 50s Jeans hadir dengan potongan straight. Saya yang mempunyai pinggul dan paha besar merasa cukup nyaman dibagian tersebut. Kesan pertama saya saat melihat jeans ini adalah jahitannya yang sangat detail. Jangan salah, detail di sini maksudnya bukan semua jahitan dibuat rapi. Sebaliknya, sisa benang jahit di beberapa bagian sengaja tidak dipotong untuk menyiratkan bahwa jeans ini memang merupakan replika dari jeans tahun 1955. Sisa benang yang sengaja dibiarkan meninggalkan kesan handmade yang kental. Saya yakin, quality control jeans pada masa jeans aslinya dibuat tidak sebagus sekarang yang semuanya menuntut kerapihan. Lihat saja salah satu gambar di atas. TCB bisa saja membuat coin pocketnya simetris, tapi tidak dilakukan.

Benang yang digunakan untuk menjahit jeans ini terbuat dari 100% cotton. Benang ini harganya cukup sulit didapatkan karena harganya yang lebih mahal dari benang jenis poly-cotton yang umum digunakan pada jeans modern. Padahal, kekuatan benang poly-cotton jauh melebihi benang 100% cotton. Jika begitu, kenapa TCB memutuskan menggunakan benang 100% cotton? Alasannya jelas karena jeans aslinya menggunakan benang 100% cotton.

TCB tidak menyematkan flasher pada semua produknya, termasuk jeans ini. Saya sendiri tidak masalah dengan hal tersebut karena flasher bukan merupakan hal yang esensial pada jeans. Toh kita akan membuangnya juga kan? Sebagian mungkin merasa bahwa flasher bisa membangkitkan semangat repro yang dibangun TCB, tapi ada aspek repro lain yang menurut saya lebih menarik untuk dibahas.

Jeans ini menggunakan denim dengan berat 13.5 oz. menggunakan kapas asal Zimbabwe. Kapas asal Zimbabwe terkenal mempunyai karakter long staple dan lembut. Pewarnaannya menggunakan teknik rope dyed dengan bagian weft dibiarkan berwarna natural atau ecru. Warna pada jeans ini cukup gelap yang menjiplak dari warna asli jeans Levi’s tahun 1955. Jeans ini hadir dalam kondisi one wash, yaitu jeans unsanforized yang sudah dicuci menggunakan mesin cuci industrial sebelum dipasarkan. Jadi, penyusutan pada jeans ini bisa dibilang minimal, tapi akan melar setelah beberapa kali pemakaian. Kondisi ini sama seperti jeans unsanforized lainnya.

Berikut adalah tabel ukuran jeans ini setelah pemakaian sebulan kemudian dicuci menggunakan mesin cuci rumahan menggunakan air suhu 40° C.

BagianHasil Pengukuran (in)
Pinggang31,5
Rise depan11,5
Rise belakang15,5
Paha12
Lutut (13″ dari crotch)9,5
Leg opening pada inseam 27″9

Gambar di atas merupakan perbandingan fabric TCB 50s dengan 1x pencucian (kiri) dan 6x pencucian (kanan). Terlihat warnanya jauh lebih muda setelah melewati banyak pencucian.

Top Block

Depan

Mari bahas bagian rise. Awalnya rise terasa cukup tinggi dan “mencengkram”, tapi setelah beberapa kali pemakaian bagian ini nyaman digunakan. Untuk yang belum pernah memakai jeans dengan rise yang tinggi mungkin akan merasa aneh saat memakai jeans ini karena bagian waistband jeans ini seats on your tummy.

Karena jeans aslinya menggunakan tack button dari besi baik bagian button dan tacknya, TCB 50s Jeans sudah pasti menggunakan jenis hardware yang sama. Bedanya, bagian buttonnya diberi branding “Two Cats Brand OKJ” yang melingkar di bagian tepinya. Fly button punya branding yang sama dengan ukuran lebih kecil. Karena berbahan besi, button akan berkarat seiring pemakaian. Bagian fly dijahit dengan 2 warna benang yang berbeda.

Ada 5 belt loop pada waist yang tidak dijahit ke dalam waist (no tucked-in). Lebih kompleks, belt loop dijahit menggunakan 3 warna benang yang berbeda. Oranye untuk membuat raised belt loop, bartack kuning untuk menjahit belt loop ke atas waist di bagian luar, dan bartack hitam pada bagian dalam sebagai reinforce.

Stress point pada pocket diberi rivet dari bahan tembaga dengan branding Universal di bagian dalam. Tidak ada yang spesial dari rivet ini karena detail ini sudah ada dari jauh sebelum jeans era 1950an dibuat. Rivet ini menjaga pocket bag yang terbuat dari katun ecru agar tidak mudah lepas dari jeans. Sakunya punya kedalaman standar.

Belakang

Pada bagian ini, jahitan juga dibuat dengan 2 warna benang dan beberapa ketebalan yang berbeda. Hal ini dapat dilihat setidaknya pada bagian waistband. Di bagian yoke, terlihat puckering (bagian seperti gelombang di antara 2 jahitan) yang sangat jelas. Dari gambar terlihat bahwa bagian waistband cukup narrow dan melebar sampai bagian paha. Lagi-lagi detail lawas yang disematkan TCB terlihat di bagian saku belakang. Bentuknya tidak simetris dengan sisa benang menjuntai di bagian saku kiri.

Menilik ke bagian patch, terdapat print ukuran walaupun tidak disediakan tempat khusus untuknya. Model patch ini sudah melalui revisi karena desain sebelumnya yang cukup mirip dengan Levi’s. Walaupun punya desain yang berbeda, bahan yang digunakan tetap menggunakan bahan jacron. Slide pertama adalah patch setelah revisi, sedangkan slide kedua sebelum revisi.

Di bagian saku kanan terdapat red tab yang terlihat seperti dipotong karena bantuknya yang kecil. Ah, mungkin dibuat seperti itu agar tidak ada serangan hak cipta oleh Levi’s. Hanya ada logo “R” yang berarti registered trademark.

Di bagian dalam, terdapat selvedge ID berwarna pink. Inseam menggunakan single-felled sesuai dengan jeans aslinya.

Yang menurut saya paling spesial dari jeans ini adalah hem job dari TCB. Entah apa setting mesin yang digunakan Inoue beserta timnya, ropping effect yang dihasilkan sangat bagus! Sayang ropping effect ini tidak bisa saya nikmati karena jeans ini sudah dipotong. Oh iya, terlihat jahitan hem yang tidak rapi. Saya duga ini juga merupakan salah satu kesengajaan TCB untuk meniru jeans aslinya.

Fit Pictures

Saya menggunakan ukuran 32 (true to size) dengan tinggi 171 cm dan berat 69 kg saat foto ini diambil. Dengan sedikit sekali tapering dari lutut ke leg opening, jeans ini sangat nyaman digunakan. Menurut saya, jeans ini mengakomodasi banyak bentuk badak karena potongan straight yang dimilikinya. Jadi, tidak perlu takut untuk mengambil true to size.

Kesimpulan

Berfokus untuk mereplika jeans aslinya, TCB berhasil menghadirkan jeans yang nyaman dan elok dipandang karena ketidaksempurnaannya. Jeans ini mempunyai aspek “perfectly imperfect“. Dengan harga yang bisa dibilang cukup terjangkau, saya bisa merekomendasikan jeans ini dengan mudah kepada orang lain.

Jeans ini bisa didapatkan di website Denimio dengan harga JP¥20,350 / US$179.44 / Rp2,431,121 (Rate 20 Mei 2021). Jangan lupa login dan gunakan kode “FADLANDB” untuk mendapatkan diskon 10% untuk pembelian pertamamu di website Denimio. Yang terakhir, jangan lupa dukung saya dalam kontes The Great Denim Battle dengan cara aktif like dan comment foto-foto saya di Instagram untuk mendapatkan hadiah menarik di akhir kontes!

28 posts

About author
Mimin #9
Articles
Related posts
Denim RelatedNews

FDMTL x Vans Vault: Kolaborasi yang Niat!

Satu lagi sneakers yang mungkin paling ditunggu-tunggu di bulan ini sama denimheads Indonesia! FDMTL yang secara berkala menggandeng Vans Vault akan mengeluarkan…
8.7
Denim RelatedFeaturedHonest Reviews

Honest Review: Burgus Plus 955-XX for Darahkubiru X Denimio #TheGreatDenimBattle

Prolog Sejak berdiri pada 1997, Burgus Plus secara konsisten menghadirkan rangkaian produk denim yang berkualitas. Sebut saja model 995 dan 770 yang…
Denim RelatedHonest Reviews

Honest Review: ONI Denim 585XX for Darahkubiru X Denimio #TheGreatDenimBattle

ONI Denim. Dari namanya saja udah terdengar seram. Bukan seram karena kayak nama pemeran tuyul di serial TV Tuyul dan Mbak Yul…