Basic KnowledgeStyle

Vintage Life – Military Shirts and Jackets bersama Frownland Supply

Bagi yang sudah menonton video YouTube yang membahas tentang military jacket di channel Darahkubiru, bisa jadi sudah memiliki sedikit gambaran mengenai koleksi yang dimiliki oleh Frownland Supply dan ketertarikannya terhadap koleksi vintage military uniform yang berfokus ke era WWII sampai Vietnam War. Beberapa rincian mengenai koleksinya akan sedikit pula dituangkan dalam artikel kali ini.

P-43 Pattern II, Herringbone Twill (HBT) Shirt

Seperti namanya, shirt ini diterbitkan di sekitar tahun 1943 ketika perang dunia kedua mulai menghebohkan dunia kala itu. Mengenakan bahan HBT, salah satu keunggulan fabricnya adalah mencegah sobekan pada shirt menjadi lebih besar. HBT bisa pula disebut sebagai bahan ripstop pertama yang digunakan oleh US Army. Yang paling menarik adalah fitur gas flap dan mask button. Kala itu, sempat digadang-gadang akan terjadi pula perang senjata kimia.

OG-107 type III

Setelah P43 sudah habis masanya, muncul evolusi terbarunya yang disebut dengan OG-107 type I, dengan detail yang secara garis besar sudah mendekati bentuk shirt pada umumnya. Kontrak kode warna pun mulai diberlakukan pada shirt ini, yaitu olive #7.

OG-107 type III

Evolusi berlanjut lagi, tipe III muncul dengan overall desain yang sudah serupa dengan shirt modern, yaitu iterasi pada bentuk pocket dan juga button.

M-51 Jacket

Beralih ke jacket, M51 adalah tipe yang merupakan penyempurnaan dari tipe M43 Jacket yang dinilai kurang praktikal. Evolusi desainnya antara lain adalah penggunaan zipper dan snap button untuk memudahkan troops dalam menggunakan jaket tersebut. Sempat naik popularitasnya karena dikenakan oleh Elvis Presley, jacket ini sebenarnya digunakan saat Korean War dan merupakan cikal bakal dari M65 Jacket yang digunakan pada Vietnam War.

OG-108 Shirt

Dari visualnya sudah terlihat OG-108 memiliki ketebalan dan menggunakan bahan yang mampu menghangatkan badan. Hal tersebut adalah workaround dari bencana kala itu ketika banyak troops mati sia-sia karena suhu dingin di Korean War. Menggunakan 100% wool, shirt ini dikenakan sebagai pendamping dari M-51 Jacket sehingga membuat troops mampu bertahan dalam suhu yang cukup ekstrem.

Jungle Jacket pattern III

Korean War terlewati, masuk ke era Vietnam War. Sedikit berbeda dengan perang-perang sebelumnya, kali ini para adviser diturunkan terlebih dahulu untuk memantau kondisi medan. Para adviser kala itu sempat mengenakan OG-107 Shirt. Hasilnya, dengan iklim tropis Vietnam yang agak berbeda dengan medan perang lain, OG-107 dinilai terlalu tebal dan kurang bersahabat dengan suhu tropis. Maka dari itu, keluarlah Jungle Jacket yang terinspirasi dari desain M-42 Jacket. Fabric yang digunakan pada era awal adalah poplin, sebelum berganti ke penggunaan ripstop fabric. Fitur yang paling khas adalah bentuk sakunya yang agak miring (slanted pocket), juga ketebalan bahan yang lebih bisa digunakan di kawasan khatulistiwa.

Selesai dengan bahasan koleksi-koleksi utamanya, narasumber utama kami Zhen (Frownland Supply) mulai bercerita mengenai hal-hal yang menarik perhatiannya terhadap vintage military uniform. Hal pertama yang ia sebutkan adalah proses dan evolusi desain dari berbagai vintage military uniform ini, dan dari sana ia berangkat untuk mulai mengoleksi. Preferensinya sendiri cukup spesifik, yaitu mengumpulkan true pieces dari military uniform tersebut yang sempat digunakan langsung di medan perang. Jejak-jejaknya masih dapat dinikmati dari berbagai patches nama, division, dan qualification yang menempel pada berbagai koleksinya.

Ketika ditanya mengenai sebanyak apa koleksinya kini, ia tampak bingung. Karena pada saat proses shooting ini berlangsung, ia membawa satu buah koper penuh dengan koleksinya ditambah beberapa tote bag. Belum lagi ada pula patches yang tidak sempat dibahas kala itu. Ia berkata, ada sekitar 20-an koleksi yang tak akan ia lepas. Walaupun begitu, ia masih ingin untuk mendapatkan beberapa grail yang ia incar dan ia tahu tersedia di pasar.

Selain enthusiast, Zhen juga berbagi edukasi dan kadang melego beberapa koleksinya di Instagram @frownland_supply. Sebagai penutup, ia berpesan untuk selalu menyiapkan budget apabila ada barang incaran yang lewat di depan mata. Mengenai nominal, tentu saja tak ada harga yang pasti di pasar vintage, karena semuanya tergantung dari seberapa besar seller dan buyer menghargai barangnya, terlepas dari kondisi dan detail-detail tambahan lain.

26 posts

About author
Mas-mas IT yang suka vintage workwear, menswear, leather shoes/boots, dan vintage watches.
Articles
Related posts
Denim RelatedStyleVintage LifeYAS : Yang Aku Suka

YAS : Yang Aku Suka vol.5 dengan Aryo Wicaksono dari Oldblue Co.

Di YAS volume.5 kali ini ada Aryo Wicaksono (@aryopeppers). Desainer dari Oldblue Co. & Blue Muscle Union yang akan berbagi tentang barang-barang…
StyleVintage LifeYAS : Yang Aku Suka

YAS : Yang Aku Suka vol.4 dengan Bayu Prawira

Bayu yang saat ini sedang menuntut ilmu bahasa di 横浜市南区 sambil bekerja part-time di TENJIN Leatherworks,akan berbagi tentang barang-barang favoritnya Barang-barang ini…
Basic KnowledgeStyle

Vintage Military Trousers and Pants - Bedanya Vintage, Repro, dan Inspired with Frownland Supply

Video kedua dari rubrik Vintage Life yang baru diupload kemarin di kanal YouTube Darahkubiru mengangkat sudut pandang yang sedikit berbeda dari video…