Headline, Reviews

Honest Review Vol 1: The Worker Shield SH-021X

July 14, 2016

Sebuah review dan panduan lengkap untuk The Worker Shield SH-021X

– Text & Photography by: Aditya Mulyawan

Prolog

Mungkin hampir semua kelas pekerja sepakat bahwa hari senin adalah hari paling berat diantara tujuh hari yang diperkenalkan oleh bangsa Babilonia dan Yahudi sekitar dua milenium silam.

Begitupun rasanya ketika saya tiba di rumah saat malam menjelang, peluh yang mengalir deras serta minyak di wajah dengan segudang pikiran dan lelah, membuat saya ingin mengakhiri hari Senin lebih cepat dari biasanya.

Imaji saya sepanjang perjalanan pulang tentang betapa nikmatnya kasur kecil nan sederhana untuk melemaskan ketegangan otot harus tertunda oleh sebuah bungkusan berwarna coklat berukuran sedang. Dia terbaring manis di sebelah selimut biru bermotif garis horizontal yang setia menghangatkan saya dari dinginnya malam kota Bandung.

Setelah meletakkan semua perlengkapan perang di hari itu, saya langsung meraih gunting yang ada di atas rak bertingkat tepat di samping kasur. Sesaat setelah gunting bersama majikannya dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, muncullah aroma khas nan ikonik yang berasal dari bungkusan tersebut.

Ya, bungkusan tersebut adalah sebuah jeans.

Dalam edisi pertama denim review ‘resmi’ darahkubiru yang bertajuk ‘An Honest Review’ ini saya akan membahas salah satu produk dari brand yang terbilang cukup baru dan sempat menjadi bahan pembicaraan diantara ‘perkelahian’ para member forum beberapa bulan silam, SH-021X by The Worker Shield.

 

First Impression

Selintas aroma yang timbul dan menyelimuti kamar saya setelah membuka isi bungkusan tersebut cukup khas dan familiar, sangat mirip dengan beberapa brand kenamaan dari Jepang yang menemani saya semenjak beberapa tahun silam : Pure Blue Japan dan The Flat Head.

Sebuah tote bag berwarna hitam dengan sablon ‘The Worker Shield´di satu sisi dan kantong dengan desain yang sama dengan backpocket produk mereka di sisi lainnya adalah hal yang pertama saya lihat ketika bungkusan tersebut sudah terbuka. Sembari memanggul tote bag tersebut saya mencoba menerka-nerka bobot dari jeans tersebut, mungkin 1.2 – 1.5 kilogram, bukan sebuah hal yang aneh untuk jeans seberat 25 oz.

Jika berkaca dari ‘perkenalan’ dan identitas dari brand ini, desain flasher memang tidak begitu spesial, tapi cukup decent untuk dipandang sebagai komponen yang wajib untuk beberapa kalangan. Justru hang tag yang tergantung di sisi flasher memiliki shape dan desain yang cukup bagus dan relevan.

Sedikit observasi dengan membandingkan antara cahaya lampu kamar dengan cahaya alami sang surya di pagi hari, warna deep indigo yang disajikan oleh produk ini cukup dalam dengan sedikit siluet ungu meski tidak begitu kentara.

Section I : Outlook

1.1. Backpocket and Arcuate

Desain backpocket yang disajikan The Worker Shield dalam produknya cukup unik dengan ukuran yang sedikit lebih lebar jika dibandingkan dengan beberapa brand lain. Dilapisi dengan heavy ecru canvas sebagai lining, Anda tak perlu khawatir ‘darah’ yang seringkali timbul dari jeans baru luntur mewarnai dompet kesayangan Anda.

Lengkung arcuate ini diukir dengan benang yang cukup tebal untuk mengimbangi tangguhnya fabric produk ini. Bagus atau tidak dalam perspektif desain, silahkan Anda nilai sendiri. Sudut kiri backpocket juga dilengkapi dengan detail red tab bertuliskan ‘Shield’.

1.2 Leather Patch

Jika kebanyakan desain leather patch yang disajikan brand bertemakan workwear cenderung terinspirasi kearah ‘barat’ (U.S atau Eropa) dan bahkan hanya sedikit modifikasi dari desain Levi’s sang pionir, justru The Worker Shield menyajikan sesuatu yang lain. Gambar yang tersaji serta emboss berwarna merah membuat pikiran saya terbang mundur ke tahun 1950-1960, seakan melihat para pejuang vietcong di Vietnam sana ketika komunisme masih berjaya dengan lambang palu aritnya sebagai supremasi kaum pekerja (katanya). Mungkin khayalan saya terlalu jauh, jadi tolong sadarkan saya jika begitu.

Beranjak dari desain, mari kita bergeser ke substansi raw material. Ketebalan material kulit cowhide ini terasa tipis tapi cukup untuk ukuran leather patch. Wangi khas vegetable tanned leather tidak tercium disini, maka Anda perlu waktu lebih untuk melihat patina yang cantik dari salah satu komponen yang merepresentasikan identitas ini.

1.3 Button Fly

Tidak seperti quick-and-easy motion yang dihadirkan oleh zipper, pemilihan button-fly sebagai sarana closure sebuah jeans selalu membangkitkan cita rasa nostalgi yang sangat kuat. Ditambah dengan kustomisasi button-fly yang bertuliskan ‘The Worker Shield & Co.’ semakin menegaskan identitas serta keseriusan dari brand ini.

1.4 Front & Coin Pocket

Tidak ada yang begitu spesial pada bagian ini :

  1. pola coin pocket standar
  2. detail peek-a-boo selvedge yang sudah tidak asing lagi dalam skena denim lokal.
  3. serta pemilihan washer burr rivet sebagai komponen perangkat keras.

 

1.5 Leg Opening

Jahitan pada bagian leg opening tergolong sangat rapih, mengingat cukup sulit untuk melipat ‘tipis’ dengan bahan sekeras ini. Tidak terlihat leg twisting yang signifikan mengingat jeans ini menggunakan sanforized denim sebagai bahan dasarnya.

1.6 Fabric Detail

Secara keseluruhan tekstur fabric yang tersaji pada produk ini tidak begitu slubby, cenderung halus, serta tidak hairy. Warna orisinal dari fabric ini kurang lebih mendekati dengan warna yang tampil pada foto diatas, indigo yang cukup pekat dengan sedikit siluet ungu jika dilihat secara langsung. Dari beberapa jeans dengan berat 25 oz yang beredar di pasaran lokal, fabric yang digunakan pada produk ini cenderung fleksibel dan tidak kaku, sehingga cukup baik dalam perspektif kenyamanan.

Section II : Inside The Unseen

2.1 Pocket Lining

Citra tangguh yang disajikan produk ini tidak hanya disajikan di ‘permukaan’ saja. Hal tersebut diekspresikan dengan penggunaan bahan heavy ecru cotton twill yang diaplikasikan pada front pocket lining lengkap dengan susunan kata-kata khas dari produk-produk vintage yang disablon.

2.2 Particular Details

2.2.1 Sizing Label

Standard sizing label bertuliskan nama brand yang bersangkutan serta nomor ukuran pinggang pengguna.

2.2.2 Rayon Label

Props for the rayon label design yang berada di bagian dalam waistband ini, pertama kali melihat detail ini seketika terbayang imaji classic americana yang begitu kental.

2.2.3 Signature Rivet

Menggunakan komponen rivet yang secara khusus dikostumisasi dengan nama brand. Sekali lagi sebuah penegasan identitas dan salah satu bentuk keseriusan The Worker Shield untuk terus tampil di panggung brand lokal kita.

2.2.4 Hidden Rivet

Detail wajib untuk denim aficionado, sebuah detail yang menjawab keluhan para denim user kala itu.

2.3 Selvedge Line

Tekstur less slubby lebih terlihat jelas dari sisi dalam jeans ini. Sempat tergantikan oleh hadirnya mesin obras kala itu, alur garis tipis vertikal berwarna biru yang menjadi pembatas dari bahan denim ini kembali populer sekarang.

Section III : If It Fits, I Sits.

3.1 Fit & Feel : Impression

Menggunakan ukuran waist 28 yang merupakan true size saya, siluet slim straight yang tampil cukup sedap dipandang. Profil yang ditampilkan juga terasa cukup bold karena begitu tebalnya bahan yang digunakan. Dimensi top block sudah jauh lebih baik ketimbang produk mereka yang sebelumnya.

Pertama kali menggunakan bagian waist cukup sesak, jadi jika Anda memiliki ukuran tengah (29.5, 30.5, etc.) maka saya menyarankan agar Anda mengambil size yang lebih besar demi kenyamanan ‘masa depan’ Anda. Kemudian tentu Anda perlu menyiapkan tenaga dan kesabaran ekstra saat mencoba mengancingkan button saat menggunakannya pertama kali, jangan sampai membuat kuku jari Anda patah karenanya.

Feel dari produk ini tentu berbanding lurus dengan tekstur fabric yang tersaji, cukup halus ketika menyentuh kulit dan cukup fleksibel dalam bergerak. Ketebalan dari bahan ini cukup menantang untuk Anda yang belum terbiasa menggunakan heavyweight jeans, menyiksa atau tidak akan kembali ke preferensi Anda masing-masing.

Epilog

Varian fabric yang digunakan terbilang cukup aman dengan tingginya permintaan heavyweight jeans di skena lokal Indonesia. Saya tidak menemukan adanya defect dari produk yang saya terima, props untuk quality control The Worker Shield. All in all produk ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai jeans tebal tanpa harus menghambat pergerakan Anda.

Beberapa kekurangan dari kacamata saya mungkin konstruksi jahitan perlu sedikit modifikasi dengan menggunakan stitch-per-inch (SPI) yang lebih rapat untuk mengimbangi tebalnya bahan yang digunakan. Kemudian penggunaan raw material untuk leather patch mungkin akan lebih tepat jika menggunakan bahan vegetable tanned leather ketimbang chrome tanned leather untuk memberikan kesan organik, sangat cocok untuk profil klasik yang ingin ditampilkan.

Secara keseluruhan produk ini sudah cukup memberikan variasi warna dalam dunia workwear lokal kita. Identitas dan visi brand untuk terus melaju serta mengembangkan layar dalam waktu yang cukup lama telah tersaji dalam komposisi dari produk ini. Konsistensi brand ini hanya bisa terjawab oleh waktu.

Rating :

77/100

٭٭٭٭

Save

Save

You Might Also Like