Denim Related, Featured

Buyer’s Guide – #2: Fabrics

August 2, 2012

Bagi sebagian orang, faktor paling menentukan dalam membeli sebuah jeans adalah dilihat dari pilihan bahan yang ditawarkan. Jika anda sudah sering membaca darahkubiru dan mengikuti forum darahkubiru pasti sudah sering mendengar istilah-istilah yang berhubungan dengan bahan denim. Sebut saja istilah-istilah yang sering terucap seperti 21oz, heavyweight, lightweight, slubby, streaky, stiff, dan lain sebagainya. Memang salah satu daya tarik dan faktor terpenting dari jeans adalah bahannya, tanpa sebuah bahan denim, sebuah jeans tidak akan ada. Maka dari itu di Buyer’s Guide edisi kedua ini, kita akan mencoba mengeksplorasi dan memaparkan lebih jauh mengenai bahan denim yang semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda para calon pembeli jeans baru.

Bahan Denim dan Mengapa Mereka Berbeda-beda

Denim adalah sebuah bahan tekstil dengan tenunan twill yang membutuhkan 2 buah benang yaitu warp dan weft, dimana weft biasanya melewati 2 buah atau lebih benang warp. Denim yang biasa kita temui di pasaran saat ini adalah bahan denim dengan pola tenun 3×1. Pada umumnya dan bentuk klasik denim adalah dimana warpnya diwarnai dengan indigo dan weftnya menggunakan benang berwarna natural.

Warp and weft

Perbedaan pada sebuah bahan denim dengan yang lainnya bisa disebabkan oleh banyak faktor. Sebut saja faktor-faktor seperti ukuran benang, warna benang, kerapatan tenunan, tipe benang yang dipakai, pewarna indigo yang dipakai, pola tenunan, dan lain sebagainya. Faktor-faktor tersebutlah yang berpartisipasi dalam membuat keunikan dari satu bahan denim dengan yang lain. Faktor tersebut juga yang seakan membagi bahan denim ke dalam beberapa kategori yang akan kita bahas di artikel ini.

Selvage vs Non-selvage Denim

Mari kita mulai dengan membandingkan antara selvage denim dan non-selvage denim. Seperti yang sudah kebanyakan kita ketahui, bahwa selvage denim adalah denim yang pinggirannya ditutup sendiri oleh bahannya khususnya karena ditenun dengan menggunakan mesin shuttle loom antik, sementara non-selvage denim merupakan denim yang dibuat dengan menggunakan mesin loom yang lebih modern seperti jet loom atau projectile loom.

Selvage denim umumnya memiliki lebar yang lebih pendek dibandingkan non-selvage denim. Selain itu umumnya selvage denim memakan lebih banyak yarn dibandingkan non-selvage denim, khususnya karena shuttle loom lebih tidak efisien dengan loom yang lebih modern sehingga membutuhkan lebih banyak yarn untuk membuat sebuah bahan denim. Akhir-akhir ini selvage denim sedang naik daun dan saat ini sudah seperti menjadi sebuah simbol dari kualitas tinggi dari sebuah bahan denim walaupun kita bisa juge menemukan selvage denim yang berkualitas lebih rendah dibanding non-selvage denim.

Bahan Denim Berdasarkan Berat

Seperti benda lainnya, denim pun memiliki berat dan faktor yang menentukan berat ini cukup banyak, seperti berat benang yang dipakai, ukuran benang, kerapatan tenunan dan lain sebagainya. Ukuran berat denim biasanya dihitung dengan satuan oz yang merupakan ukuran berat/square yard sebuah bahan denim. Sebagai contoh denim dengan berat 21oz tentunya akan lebih berat dibandingkan denim dengan berat 15oz.

Kita biasa menyebut denim dengan berat yang luar biasa atau diatas berat normal dengan sebutan Heavyweight denim. Berat denim pada umumnya adalah 11 – 13oz sementara pada heavyweight denim berat normal yang diusung adalah >= 16 oz bahkan ada yang mencapai titik ekstrim 32oz. Heavyweight denim mungkin bisa disebut dipopulerkan oleh Iron Heart yang benar-benar mengusung tagline Extra Heavy Denim dan ketika mereka mengeluarkan signature fabric mereka yaitu 21oz-nya, banyak pecinta denim yang menjadi fanatik akan heavyweight denim.

Jajaran heavy denim dari Iron Heart

Heavyweight denim pada umumnya memiliki bahan yang lebih kaku dan berat dibandingkan denim dengan berat lebih ringan. Selain itu tentunya jika kita memakai denim yang lebih berat, maka kita akan merasa lebih panas di bagian kaki, walaupun denim berat dengan tenunan yang lebih longgar mengakomodasi hal panas ini.

24oz dari Samurai Jeans dan 32oz dari Naked & Famous

Satu merek yang memang terkenal dengan heavyweight denimnya adalah Iron Heart yang memfokuskan diri pada heavyweight denim dengan produk-produknya seperti signature 21oz, 21oz RAW, 22/23oz dan juga XHS 25oz. Selain itu merek seperti Samurai juga mengeluarkan bahan-bahan heavyweight yang cukup digemari seperti bahan 19oz XX dan juga 17oz VX. Selain itu Samurai juga sempat mengeluarkan versi heavyweight mereka dengan berat 24oz. Mungkin berat denim yang paling ekstrim dipegang oleh Naked & Famous dengan berat 32oz yang membuat kami berpikir 2 kali untuk memakainya bahkan membelinya.

Bahan Denim Berdasarkan Jenis Pewarna

Sebuah jeans klasik memiliki warna bahan denim biru indigo. Namun saat ini, banyak inovasi yang terjadi pada bahan denim ataupun yang direka ulang sehingga memberikan lebih banyak pilihan lagi bagi para pembeli. Sebagai contoh, sebuah denim bisa saja memiliki warna hitam yang biasanya dibuat dengan menggunakan pewarna dengan bahan sulphur. Warna biru pada bahan denim pun bisa berbeda-beda, namun pada umumnya indigo pada jeans merupakan indigo sintetis, sementara indigo yang lebih tradisional atau lebih dikenal dengan natural indigo terdapat pada jeans-jeans khusus yang biasanya berharga cukup mahal. Selain itu warna-warna selain biru dan hitam bisa didapat dengan pewarna yang cukup eksotis seperti green tea, persimmon dan juga pewarna sintetis lainnya.

Sugarcane dengan pewarna natural dan Pomegranate dye dari Naked & famous

Merek Sugarcane misalnya, pernah mengeluarkan beberapa seri celana jeans dengan dasar Sugarcane Okinawa dan mewarnainya dengan berbagai macam natural dye seperti persimmon, green tea, natural indigo dan mud. Sunrise Japan pernah mengeluarkan juga jeans yang diwarnai dengan lumpur yang disebut dengan mud-dye. Selain berbeda warna keseluruhan, beberapa merek juga memainkan pewarna yang lain hanya pada bagian weftnya saja, sebagai contoh Samurai Go Rin No Sho dan seri colored weft dari Tenryo Denim.

Bahan Denim Berdasarkan Tekstur

Tekstur denim juga menjadi salah satu pilihan para calon pembeli dalam menentukan jeans incaran mereka berikutnya. Karena sifat bahannya yang rugged, tekstur denim ini bisa terbilang lebih kasar dan terlihat menarik dibandingkan bahan twill biasa. Hal ini biasanya ditentukan karena adanya slub pada benang, pewarna indigo yang reaktif dan juga tenunan yang menggunakan mesin tua yang membuat teksture sebuah jeans terasa irregular.

Para hardcore denim lover biasanya menyukai denim yang lebih slubby karena tekstur yang ditawarkannya lebih terlihat menarik secara lebih jelas. Merek-merek seperti Samurai, Eternal dan Pure Blue Japan lebih dikenal dengan bahan denim mereka yang irregular dan slubby dibanding merek lainnya. Bahkan di beberapa produk seperti Eternal Anniversary, saking slubby-nya sebuah bahan denim menjadi terlihat streaky. Hampir sama dengan produk Samurai yang ai-indigo.

Streaky denim dari Nudie dan Eternal

Sementara itu merek-merek repro seperti Real McCoy’s, Warehouse dan LVC tampaknya lebih senang untuk menggunakan bahan yang less slubby dibanding kan dengan merek-merek di atas. Tekstur yang diusung brand-brand ini bukannya tidak menarik, namun lebih terasa subtle dibandingkan dengan tingkat slubby yang diusung merek di atas.

Samurai dan Pure Blue Japan adalah merek yang terkenal dengan bahan slubbynya. ki-ka: Samurai Jin Leepro dan Pure Blue Japan 007

Bahan Denim Yang Lebih Eksotik

Kadang kita juga diberikan pilihan lebih dalam masalah bahan oleh merek-merek ternama yang mengeluarkan bahan denim yang lebih eksotik. Biasanya bahan denim ini memiliki sisi unik yang ditonjolkan seperti misalnya pada Sugarcane Okinawa, dimana bahan denimnya terbuat dari campura 50/50 yarn dari serat tebu dan serat kapas. Tidak sampai disitu saja, Sugarcane juga mengeluarkan bahan Okinawa yang paling legendaris yaitu bahan rainbow denim, dimana bahan denim ini terbuat dari bermacam-macam warna natural dari tumbuhan yang tumbuh di Okinawa. Selain itu Sugarcane juga mengeluarkan bahan sweet recycled denim yang menggunakan sisa-sisa bahan denim untuk ditenun kembali menjadi sebuah bahan baru.

Bagian dalam Sugarcane Rainbow Okinawa dan Sweet Recycled Denim

Tampak luar rainbow denim

Red Cloud dan Full Count memiliki bahan denim yang sangat menarik namun tersembunyi di dalam. Dari luar bahan yang digunakan tampak seperti bahan denim pada umumnya, namun begitu kita lihat bagian dalamnya, tekstur yang ditawarkan terlihat seperti bahan salt-pepper, dimana biasanya denim menggunakan weft berwarna natural saja, pada bahan ini, weft yarn-nya menggunakan 2 buah benang berwarna hitam dan natural yang kemudian dipilin menjadi sebuah yarn. Hampir sama dengan bahan ini, Left Field juga mengeluarkan tweed denim yang memiliki tekstur layaknya bahan tweed.

Bahan saltpepper denim dari Red Cloud

Tweed denim dari Left Field

Salah satu bahan denim yang paling eksotis dan cenderung aneh menurut kami adalah bahan glow in the dark yang dikeluarkan oleh Naked & Famous.

Bahan Glow in the dark dari Naked & famous

PS: Ikuti terus seri Buyer’s Guide kami yang akan mengedepankan pembahasan faktor-faktor penting bagi para pembeli dalam membeli calon jeans idamannya seperti cutting, bahan, model,  harga, dan lain sebagainya.

You Might Also Like

  • polo

    tweed keren juga bahannya

  • david

    mau nanya jg, dimerk samurai dan evisu ada yg namanya hank dyed..
    hank dye itu gmn ya? apa yg bikin beda dbanding yg lain

  • roll

    david coba cek ini gan ada penjelasannya nih http://www.rawrdenim.com/dictionary/h/hank-dyeing/