Denim Related, Featured, Reviews

Buku Denim

July 29, 2009
DSC_0136

Saya biasanya membaca buku sehabis pulang kantor ataupun disaat luang untuk membuang waktu ataupun refreshing dari internet dan rutinitas setiap hari. Beberapa minggu lalu saya mendapatkan beberapa kiriman buku-buku yang tampaknya cukup berhubungan dengan denim dan jeans dan tentunya berhubungan juga dengan isi website ini. Di rumah saya saat ini terdapat 3 buah buku yang erat hubungannya dengan denim (satu lagi berupa majalah) yaitu Lightning Magazine: The Denim Book – majalah yang biasanya isinya tentang american lifestyle dan ironisnya adalah majalah Jepang yang pernah dibom atom oleh AS, Denim: From Cowboys to Catwalk – buku yang penuh pengetahuan akan Levis dan sejarah jeans, dan Indigo – sesuai judulnya buku ini mengulas habis mengenai indigo dalam berbagai sisi. Buku-buku tersebut cukup menghabiskan waktu saya di saat luang dan saya berpikir boleh juga kalau saya ceritakan sedikit isi buku-buku ini disini.

Denim: From Cowboys to Catwalks: A Visual History of the World’s Most Legendary Fabric

by Graham Marsh (Author), Paul Trynka (Author), June Marsh (Editor)

  • Paperback: 128 pages
  • Publisher: Aurum Press; 2 edition (September 1, 2005)
  • Language: English
  • ISBN-10: 1845131118
  • ISBN-13: 978-1845131111
  • Product Dimensions: 8 x 6.5 x 0.4 inches
Denim: From Cowboys to Catwalk cover

Denim: From Cowboys to Catwalk cover

Buku yang satu ini merupakan sebuah buku yang isinya mengupas habis sejarah denim dan jeans pada umumnya. Tidak hanya sejarah saja yang diungkapkan di buku ini, namun diberikan juga paparan umum keadaan jeans pada akhir milenium dan pada jaman modern ini. Paul Trynka mungkin lebih dikenal oleh denim enthusiast yang sering membaca sufu sebagai Paul T., user yang selalu memberikan info-info handal mengenai Levis. Di buku ini dia mempaparkan semua mengenai sejarah Levis dari awal kehidupan Loeb Strauss yang kemudian mengganti nama menjadi Levi Strauss dan bisnis membuat bahan denim, awal Jacob Davis membuat riveted pants untuk tukang kayu tetangganya yang selalu mengkomplain mengenai celana kerjanya yang mudah sobek, kemudian cerita dimana mereka berdua akhirnya bekerja sama untuk mempatenkan riveted pants, hingga pengaruh jeans ke kalangan pekerja kaum proletar, hingga bagaimana image jeans sangat erat dengan image cowboy, sampai jeans yang menjadi simbol pemberontakan, hingga akhirnya para designer pun akhirnya tunduk pada apa lagi selain Denim, fabric yang paling legendaris di dunia.

Selain isi dari buku ini sangat dahsyat dan penuh akan pengetahuan mengenai sejarah jeans dan pengaruhnya, hal yang membuat buku ini menarik adalah foto-foto dan elemen visual yang terdapat dalam buku ini. Kita dapat menemukan banyak sekali referensi-referensi iklan-iklan tua dari Levis, Lee, dan bahkan merek2 overall yang hanya bertahan pada jamannya. Selain itu foto-foto vintage jeans disini sangat menarik karena dilihat dari wear dan fade-nya kita bisa membayangkan siapakah yang memakai jeans ini waktu itu dan apa saja yang mereka kerjakan, benar-benar jeans memiliki ceritanya sendiri! Disini bisa juga kita liyat beberapa selebriti legendaris seperti Steve McQueen, Brigite Bardot, John Lennon dan Madonna yang juga tentunya menggunakan jeans. Tidak lupa foto-foto hitam putih yang menarik mengenai gaya pakaian pekerja pada jamannya. Lihat saja beberapa gambar di bawah ini.

Menarik bukan? Buku ini bisa dibeli lewat amazon atau ebay atau juraganbuku. Lihat forum jika mau melihat-lihat gambar dari buku ini lebih banyak lagi! Btw, ini beberapa bacaan yang berhubungan dengan sejarah Levis dan juga beberapa info lebih mengenai Levis di websitenya Paul Trynka. Silakan lihat dsini.

Indigo

by Jenny Balfour-Paul

(Author)

  • Hardcover: 264 pages
  • Publisher: Archetype Books (August 25, 2006)
  • Language: English
  • ISBN-10: 1904982158
  • ISBN-13: 978-1904982159
  • Product Dimensions: 11 x 8.7 x 1.1 inches

Indigo hardcover

Buku yang kedua ini merupakan buku yang berat, secara harafiah memang berat, selain mencakup 250 halaman lebih buku ini juga memiliki kertas yang bagus dan cover yang mantap. Jenny Balfour-Paul memaparkan semua hal mengenai indigo di buku ini dari hal-hal yang sudah kita mengerti bahwa indigo merupakan salah satu elemen paling penting di denim sampai pada hal-hal yang tidak kita ketahui sebelumnya mengenai indigo. Tahukah anda bahwa pada jaman kolonial, VOC membawa indigo dari Indonesia untuk dijadikan barang dagangan di eropa? Tahukah anda jika sebenarnya indigo sudah dari dahulu menjadi zat pewarna bagi penduduk lokal di Asia termasuk di Indonesia? Tahukah anda bahwa sebenarnya ada manfaat lain dari indigo selain sebagai zat pewarna? Buku ini akan memberikan jawabannya bagi kita semua, indigo sebagai sebuah bahan yang legendaris dan juga mistis dan tentu saja memberikan nyawa bagi denim dan jeans yang kita pakai sekarang ini.

Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga memiliki visual dan gambar-gambar yang sangat menarik. Selain tulisannya yang benar-benar menggugah hati dan rasa ingin tahu mengenai indigo, gambar-gambar yang menyertainya sangat cocok dan apik. Satu hal yang menarik, buku ini banyak sekali mencatumkan gambar-gambar mengenai fabric-fabric dari Indonesia yang menggunakan Indigo sebagai bahan pewarnanya, bisa kita lihat beberapa contoh pola batik dari Jawa dan ada gambar yang memperlihatkan proses pembuatan indigo di Sumatra. Silahkan nikmati beberapa gambar di bawah ini.

Tentu saja buku ini bisa dibeli di amazon, dan juraganbuku. Silahkan join forum untuk melihat lebih banyak gambar lagi.

Buku yang ketiga merupakan majalah dari jepang yang umumnya mengayomi american culture and lifestyle, dan pada buku The Denim Book tentu saja membahas Denim. Untuk review buku ketiga ini saya mengundang salah satu contributor kami, Caesario Ibrahim untuk mengupas tuntas mengenai majalah tersebut. Silakan nantikan review buku denim selanjutnya!

PS: maaf atas lambatnya update konten dari website ini. Sulitnya mengisi konten-nya adalah karena sebisa mungkin kita ingin informasi yang ditulis dsini benar-benar datang dari in-house production, bukan hanya mencaplok info dari website lain dan me-relay pesannya, tapi kita ingin benar-benar bikin informasi dari studio dan dapur kita sendiri, jadi ya maaf jika persiapan yang dibutuhkan untuk menulis satu artikel tampaknya memakan waktu lama. Tapi ke depannya kita akan lebih cepat lagi meng-updatenya (semoga)

You Might Also Like