Denim Related

Why Denim?

May 13, 2009

Kenapa denim? Itulah yang muncul dipikiran orang-orang sebelum mereka “mengenal” denim. Sebelum saya memiliki interest di bidang ini, saya berpikir semua jeans itu sama aja. Yaah, paling hanya bisa membedakan 'cutbray'(bootcut) dan 'braycut'(kebalikannya  bootcut, skinny or slim) atau ketat, gombrong dan sebagainya.

where can i get free viagra
http://vva.org/blog/?p=3031

Saya belum mengerti bahwa dibalik semua bentuk dan warna 'biru' tersebut memiliki keindahan, details, serta sejarah masing-masing.

Pada saat pertamakali saya diperkenalkan ke dalam dunia perdeniman, saya masih belum mengerti apa sih bagusnya jeans itu? cuma sepotong bahan tahan banting yang dipake untuk menutupi aurat lalu dipake untuk duduk dimana-mana. Belum mengerti, ngapain sih orang sampai rela mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah untuk sebuah potongan kain itu? Ternyata wawasan saya masih sempit dan sudah waktunya untuk  membuka mata kita terhadap sebuah karya seni tersebut.

Denim bukan hanya sepotong pakaian. Denim adalah lifestyle. Jeans yang kita pake setiap hari adalah saksi bisu setiap aktivitas kita, mereka secara diam-diam 'menulis' setiap aktivitas kita dan mewujudkannya di kemudian hari melalui fades yang timbul. Dari segi kenyamanan, tidak usah diragukan lagi, jeans adalah fabric paling nyaman yg bisa anda gunakan untuk aktivitas sehari-hari.

contoh doughnut button dan denim yang hairy

contoh doughnut button dan denim yang hairy

Seringkali kita apabila belum mengenal denim hanya bisa men-judge dari luarnya saja. Saya beritahu kepada kalian, denim lebih dari itu, jauh lebih dalam. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan perhatikan dari denim. Setiap unsur dari sebuah jeans memiliki cerita sendiri. Khusus untuk LEVIS, details-detailnya seakan membawa kita kembali ke masa-masa 1800-an hingga 1900-an. Contohnya, pada Big E (sebutan untuk Levis Vintage Clothing) tahun 1944, mereka memakai doughnut button karena pada saat itu sedang berlangsung perang dunia ke-II sehingga mereka menghemat penggunaan copper utk membuat peluru. Dan masih banyak contoh lainnya. Levi's adalah pioneer daripada jeans. Selain details yang tangible atau bisa dilihat dengan mata, jeans juga memiliki kelebihan-kelebihan yang intangible seperti contohnya, proses pembuatan. Proses pembuatan sangat berpengaruh terhadap hasil jeans tersebut

Sanforised dan unsanforised contohnya. Kedua denim yang diproses berbeda ini memiliki karakter yang berbeda pula. Apabila sebuah denim belum di-singed, permukaan tekstur denim tersebut akan 'berambut halus', personally, saya sangat menyukainya. Selain proses tersebut, alat-alat (loom) yang dipakai untuk menenun cottonnya pun beragam, shuttle loom, projectile loom, dan sebagainya. Mereka memiliki hasil yang berbeda pula. Umumnya, hanya shuttle loom lah yang bisa memproduksi jeans dengan selvage. Tetapi sekarang ini sudah banyak mesin-mesin modern yang bisa memproduksi selvage.

indigo-dyers-hand-000

Indigo Dye

Indigo adalah salah satu faktor penting dalam sebuah denim. Seperti yang bisa terlihat, warna biru dalam jeans adalah indigo. Indigo memiliki bnyk macam, contohnya: pure indigo, synthetic indigo, dan lain sebagainya. Cara meresapkannya ke dalam jeans pun berbeda. Hal ini sangat penting karena proses pewarnaan indigo ke dalam cotton akan berakibat dalam jangka panjang bagaimana jeans itu akan memudar nantinya.

To Conclude(cieh), hal-hal yang saya tulis di atas adalah sebagian kecil dari dunia 'perdeniman' dan merupakan jembatan pembuka bagi insan-insan yang tertarik dalam dunia perdeniman.  Semoga yang saya tulis dapat membuka mata kalian dan menjawab pertanyaan, Why Denim?

zp8497586rq

You Might Also Like

  • vitts

    hidup denim! ayo trangkan tentang berbagai macam denim! n cara pembuatannya.. chino chinooo
    xx

  • dona2452

    blog nya mantap
    go rocks INDIGO

    salam selvedge selalu…